
Kalau sinyal WiFi di Gedung B sekarang lancar, itu bukan sulap. Itu hasil kerja keras tim ALiKA yang berjuang dengan alat terbatas, tapi semangat tanpa batas.
Tak banyak yang tahu, di balik lancarnya koneksi internet para aparatur Gedung B, tersimpan cerita menarik tentang ketekunan dan kreativitas tim ALiKA dalam menyalurkan sinyal hingga ke setiap sudut ruangan.
Selama dua hari terakhir, tim ALiKA bergelut menambah tiga titik jaringan WiFi baru di Gedung B. Tantangannya? Peralatan yang terbatas dan seadanya. Namun, keterbatasan itu justru memantik semangat mereka untuk memastikan seluruh aparatur dapat bekerja dengan koneksi yang stabil dan andal.
Dengan penuh improvisasi, tim menata ulang jalur kabel, menyesuaikan posisi access point, hingga memanfaatkan alat pendukung sederhana agar sinyal menjangkau seluruh area kerja. Prosesnya tidak mudah—mulai dari pengukuran kekuatan sinyal, pengujian kecepatan jaringan, hingga penyesuaian posisi perangkat agar hasilnya benar-benar maksimal.
“Bukan soal alat canggih, tapi soal semangat dan kolaborasi,” ujar Edi, salah satu anggota tim ALiKA, sambil tersenyum puas melihat perangkat aparatur kembali online tanpa hambatan.
Kini, tiga titik WiFi baru tersebut menjadi tulang punggung konektivitas di Gedung B, menopang aktivitas administrasi, komunikasi antar-OPD, hingga akses berbagai aplikasi layanan pemerintahan daerah.
Langkah kecil ini membuktikan bahwa bukan alat yang menentukan hasil, melainkan orang-orang di baliknya — mereka yang bekerja senyap demi memastikan setiap aparatur tetap terkoneksi dan produktif dalam melayani masyarakat.